Mendengar Panggilan Allah
- Dina

- Feb 22
- 2 min read
Book Review: “The Call of Allah: A companion to the Holy Month of Ramadan”
Bulan suci ramadan menghadirkan suasana yang berbeda dalam ritme kehidupan, tak hanya dalam aktivitas peribadatan namun juga sosial kemasyarakatan. Dalam prespektif spiritual, ramadan diharapkan menjadi momen penting bagi transformasi diri. Kali ini apakah kita akan menjalani bulan istimewa ini dengan cara-cara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya ataukah kita akan menjalaninya dengan lebih kontemplatif?
Buku The Call of Allah: A companion to the Holy Month of Ramadan karya Rosina Fawzia Al-Rawi, buku yang tepat untuk menemani kita dalam menjalani bulan ramadan tidak hanya dengan aktivitas ibadah seperti puasa, shalat terawih, membaca Quran namun juga menuntun kita dalam berefleksi dan berkontemplasi setiap harinya.
Mari kita berkenalan dulu dengan penulis buku tersebut, Rosina Fauzia Al-Rawi PhD dalam bidang Islamic studies. Beliau lahir di Bagdad serta menghabiskan masa kecilnya di Irak dan Lebanon. Beliau tinggal di Jerusalem selama 12 tahun dan belajar dibawah bimbingan guru sufi Sidi Shaykh Muhammad Jamal Al-Rifai. Saat ini beliau tinggal dan mengajar di kota Wina, Austria. Selain menulis buku ini, karya beliau yang lain adalah Divine Names, The 99 Healing Names of The One Love, Midnight Tales, A Woman’s Journey Through Middle East dan Grandmother’s Secret.
Dalam pengantar buku ini dijelaskan asal kata ramadan yang artinya terbakar oleh intensitas panas mentari. Hal ini mengingatkan kita bahwa tujuan ramadan adalah membakar tirai-tirai yang menghalangi kita merasakan kehadiran Allah secara utuh. Serta aspek utama puasa adalah menciptakan ruang pengetahuan diri (self-knowledge) dimana kita bisa merasakan rahmat dan kasih sayang Allah.
Buku ini disusun untuk dapat dijadikan panduan tiap hari sepanjang bulan ramadan, misalnya di hari pertama dengan judul Siyam (Puasa) membuat kita merenungkan kembali makna puasa serta sebuah latihan meditatif yang dapat dipraktekan dan dirasakan manfaatnya. Apabila kita dapat menjalankan latihan-latihan yang dituntunkan setiap harinya tentunya akan membuka hati kita untuk semakin merasakan kehadiran Sang Ilahi.
Sebagai penutup, izinkan saya terjemahkan kutipan akhir dari pengantar yang dituliskan sendiri oleh penulisnya:
“Buku ini dimaksudkan untuk menginspirasi semua orang yang berada di jalan menuju Allah, semua pencari yang tulus dan semua yang berpuasa karena cinta. Semoga Allah menerima puasa kita, karena kita semua minum dari rahmat-Nya yang abadi”




Comments