Benarkah Rasa Bosan Pertanda Stress ?
- Dina

- Jan 13, 2021
- 2 min read
Rasa bosan sering kali dihubungkan dengan ketidakberdayaan terhadap aktivitas atau lingkungan yang sangat monoton, rutin serta dalam jangka panjang - misalnya lingkungan sekolah atau lingkungan pekerjaan.
Pada kenyataannya kondisi lingkungan bukanlah satu-satunya faktor yang menimbulkan rasa bosan. Faktor internal seperti stres juga dapat menimbulkan rasa bosan yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan dan kebahagiaan sesesorang.
Rasa bosan adalah perasaan tidak nyaman, perasaan tidak enak bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam kehidupan kita. Para peneliti mendefinisikan ‘kebosanan’ sebagai suatu ketidakmampuan untuk fokus dan ketidakmampuan untuk memenuhi keinginan terlibat dalam aktivitas yang dapat memuaskan diri.
Berlawanan dengan pendapat umum yang mengatakan bahwa rasa bosan timbul karena tidak ada sesuatu yang harus dilakukan atau pilihan untuk melakukan sesuatu sangat terbatas, menurut Fisher (1993) kebosanan terjadi karena tidak adanya rangsangan eksternal yang menimbulkan gairah. Oleh karena itu terdapat interaksi antara kebosanan dengan tipe kepribadian. Orang dengan kepribadian terbuka (ekstrovert) lebih mudah bosan dan lebih banyak membutuhkan tantangan untuk mempertahankan tingkat gairah yang optimal (Hill & Perkins, 1985).
Prof. Jay Shurley seorang professor psikiatri menyatakan bahwa rasa bosan dapat memulai sebuah lingkaran setan. Rasa bosan dapat menimbulkan stres yang pada gilirannya stres dapat memicu kebosanan yang lebih besar dan menyebabkan banyak tekanan internal. Hal ini terjadi karena pikiran manusia selalu membutuhkan tantangan, pembelajaran, perubahan, serta pengalaman baru.
Temuan neurobiologi dan analisa kesadaran (self-conciousness) menunjukkan bahwa rasa bosan berkorelasi dengan aktifitas di kortex anterior insular sehingga perasaan bosan timbul disertai dengan persepsi diri yang meningkat dan menimbulkan perasaan hampa. Dalam kondisi ini seseorang akhirnya berusaha melarikan diri dari rasa bosan dengan menggunakan narkoba ataupun dengan melakukan eksplorasi diri.
Rasa bosan tidak selamanya mempunyai sisi negatif apabila segera disikapi dengan benar. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan seperti berlibur, berolah raga lebih teratur, mengatur pola hidup, dan menekuni hobi atau mencoba mempelajari hal-hal baru seperti bahasa asing, memasak, atau keterampilan lainnya. Selain itu, dapat juga melakukan eksplorasi diri lebih dalam dengan breathwork.
Sumber:




Comments