Hening
Dalam hening ada damai Damai ingin diraih hati Namun pikiran enggan berdamai dengan hening Karena hening menyiratkan sendiri Dan sendiri identik dengan sepi Padahal DIA hadir dalam hening Jadi sepi hanya ilusi Dan manusia senantiasa tak sendiri
Saya tidak tahu tulisan di atas masuk ke kategori apa.
Sebuah lintasan pikiran dalam sepersekian detik, ketika mendadak ada sebuah keheningan menyergap di antara bunyi kendaraan bermotor, bajaj, dan teriakan orang lalu lalang di jalan samping rumah.
Di masa kecil, saya diberitahu bahwa awkward silence seperti itu adalah pertanda ada makhluk gaib yang lewat Tapi sekarang, setelah tahu bahwa dimensi gaib memang selalu ada bersama kita (hanya kitanya yang tidak ‘sadar’), postulat tersebut jadi tidak berlaku.
Jadi, karena sudah tidak punya postulat yang bikin saya celingak-celinguk saat terjadi keheningan aneh seperti itu, saya menganggap momen itu sebagai penanda untuk menarik napas panjang….. lalu membuangnya perlahan sambil menikmati ketenangan sesaat.
Melegakan.
Menenangkan.
Karena tahu bahwa Sang Sakral hadir dan nyata dalam hening dan napas, tak pernah terpisah dari diri.
Comments